SATUSLOTS – Nama Hideo Kojima sudah lama identik dengan visi gila, eksperimental, dan jauh di depan zamannya. Sosok di balik Metal Gear Solid, Death Stranding, dan proyek misterius OD ini kembali membuat publik tercengang setelah memaparkan prediksinya: kecerdasan buatan (AI) akan mengubah cara kerja industri game dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Dalam wawancara dengan Nikkei XTrend, Kojima berbicara terbuka tentang obsesinya terhadap eksplorasi konsep baru. Setelah menyelesaikan dua proyek besar — OD eksklusif Xbox yang mengusung gaya horor eksperimental, serta Physint eksklusif PlayStation yang kembali ke genre aksi–spionase — Kojima mengatakan ia ingin masuk wilayah yang “lebih ekstrem lagi”.
Di antara idenya yang paling liar?
Kojima memang belum menjelaskan secara teknis gameplay tanpa gravitasi yang ia maksud. Namun ide keduanya jauh lebih menarik: sebuah game yang bisa melatih kecerdasan buatan.
Menurut Kojima, AI saat ini masih “belum tahu apa-apa.” Ia percaya sistem AI perlu belajar jauh lebih banyak, dan game dapat menjadi medium pelatihan — bukan hanya untuk hiburan pemain manusia, tetapi sebagai materi studi bagi AI.
“Ini mungkin terdengar gila, tapi saya ingin membuat game untuk AI,” ujar Kojima.
“Dalam lima atau sepuluh tahun, saya percaya AI akan masuk ke berbagai dunia.”
Pandangan ini bukan sekadar fantasi. Pada 2024–2025, AI sudah mulai masuk ke pipeline produksi game:
Kojima menegaskan bahwa AI bukan ancaman kreatif, tetapi alat praktis untuk menghapus tugas-tugas monoton sehingga developer fokus pada aspek artistik. Ia menyamakan fenomena ini seperti reaksi publik saat smartphone pertama kali muncul.
“Saat smartphone muncul, semua orang mengecamnya. Sekarang, banyak yang tidak bisa hidup tanpa smartphone. AI seperti itu,” kata Kojima.
“Kita harus memakai teknologi yang membuat kita bahagia, sambil memastikan arah yang tepat.”
Pandangan ini kontras dengan kekhawatiran sebagian developer yang takut AI menghapus tenaga kerja manusia. Bagi Kojima, teknologi bukan pengganti kreativitas — justru katalis.
Menariknya, gagasan AI ini berpotensi merembet ke ranah esports dan game kompetitif. Jika AI mampu memahami perilaku pemain, menyesuaikan meta, dan menciptakan gameplay emergent yang dinamis, maka:
Di saat studio lain masih bicara soal efisiensi mesin grafis, Kojima sudah maju satu level: bagaimana jika game bukan hanya melatih player, tapi juga melatih AI?
Dengan OD yang masih penuh misteri dan Physint yang baru tahap konsep, Kojima menunjukkan satu hal: ia tidak akan berhenti bermimpi besar. Dan jika prediksinya tepat, lima hingga sepuluh tahun ke depan akan menjadi era baru di mana gaming, AI, dan kreativitas manusia melebur menjadi satu ekosistem inovatif.
Bagi industri, esports, dan komunitas kompetitif, pesan Kojima sederhana: masa depan akan datang cepat — jangan takut, justru manfaatkan.
SATUSLOTS - Garena Delta Force resmi menghadirkan pembaruan besar pertamanya di tahun 2026 melalui peluncuran…
SATUSLOTS - Hari pertama BLAST Slam VI Group Stage langsung menghadirkan drama dan kejutan. Dari total 22…
SATUSLOTS - Pada awal tahun 2026, panggung fighting game dunia menyaksikan lahirnya jawara baru melalui turnamen paling…
SATUSLOTS - Dunia musik video gim kembali mencetak sejarah besar pada ajang Grammy Awards 2026…
SATUSLOTS - Game Tidak Akan Bisa Dimainkan Lagi Mulai Agustus 2026. Setelah hampir lima tahun…
SATUSLOTS - Rex Regum Qeon (RRQ) sukses membalas kekalahan mereka atas Paper Rex (PRX) dalam laga ulang final…